PELAKSANAAN KEGIATAN HAJU JATI DI SDN 10 PENATOI KOTA BIMA DIISI DENGAN SOSIALISASI DARI PPA KOTA BIMA

SDN 10 Penatoi Kota Bima


Pada hari jum'at, 30 Januari 2026

Pada hari ini SDN 10 Penatoi Kota Bima kehadiran dari Tiem dari PPA Kota Bima.

UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) 

UPTD PPA adalah lembaga yang dibentuk di tingkat provinsi atau kabupaten/kota untuk memberikan layanan bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus, dan masalah lainnya. 

Fungsi: Pelayanan pengaduan, pendampingan korban, konseling, dan mediasi.

Dasar Hukum: Terkait dengan kebijakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). 

Tujuan kehadiran tiem PPA di SDN 10 Penatoi Kota Bima dalam rangka melakukan sosialisasi disetiap satuan pendidikan  karena pada saat ini rata-rata anak ketergantungan pada gatget.

 Gadget (gawai) memiliki dampak signifikan dalam kehidupan, menawarkan akses informasi cepat, komunikasi jarak jauh yang mudah, dan media edukasi/hiburan kreatif. 

Namun, penggunaan berlebihan menyebabkan dampak negatif serius, seperti gangguan kesehatan fisik (mata kering, sakit leher, obesitas), penurunan konsentrasi, gangguan mental (stres/cemas), dan terhambatnya interaksi sosial. 

Berikut adalah rincian dampak positif dan negatif gadget:


Dampak Positif Gadget:

Akses Informasi & Pengetahuan: 

1. Mempermudah mencari informasi faktual, berita terkini, dan materi edukasi.

2. Komunikasi Efektif: Menjangkau teman atau keluarga jarak jauh melalui media sosial dan aplikasi pesan.

3. Media Belajar & Kreativitas: Meningkatkan keterampilan motorik halus dan kreativitas melalui aplikasi edukatif dan game.

4. Sarana Hiburan: Menyediakan berbagai konten hiburan seperti film, video, dan musik.

4. Efisiensi Pekerjaan: Mempercepat penyelesaian tugas dan mempermudah komunikasi profesional. 


Dan gatget pun memiliki dampak Negatif Gadget:

1. Masalah Kesehatan Fisik: Risiko mata lelah/kering, gangguan penglihatan, sakit leher, punggung, dan obesitas akibat kurang gerak.

2. Gangguan Kesehatan Mental: Meningkatkan risiko stres, kecemasan, depresi, dan perasaan iri karena konten media sosial.

3. Masalah Psikologis & Perilaku: Emosi tidak stabil, mudah marah, serta kecanduan.

4. Penurunan Konsentrasi & Akademik: Menyebabkan fokus terpecah, sulit konsentrasi belajar, dan penurunan prestasi.

5. Keterasingan Sosial: Mengurangi interaksi tatap muka langsung dan meningkatkan perilaku individualis.

6. Risiko Keamanan & Konten: Paparan konten negatif, cyberbullying, dan potensi kejahatan phishing. 

7. Pengawasan orang tua bagi anak-anak dan manajemen screen time yang disiplin sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif.